Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat membahayakan kesehatan dan berdampak buruk juga bagi lingkungan seperti adanya bahaya banjir. Kesehatan fisik manusia dapat bermasalah akibat sampah berserakan yang tidak diolah secara benar. Sampah atau limbah seperti sisa makanan, plastik, rokok, dan kertas harus dibuang atau diolah dengan benar supaya tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia.

Sampah-sampah yang menumpuk hingga membusuk akan menyebarkan bau tak sedap dan mengundang lalat yang akan membawa dampak buruk untuk kesehatan tubuh. Sampah yang menumpuk dari sisa makanan biasanya akan membusuk dan menjadi tempat berkembang biak yang ideal untuk kuman.

Jika lalat, kecoa, atau tikus menyentuh sampah-sampah tersebut dan secara tidak sengaja bersentuhan dengan manusia, maka akan menjadi salah satu cara penularan kuman-kuman dari sampah ke orang lain. Berikut adalah beberapa penyakit yang terjadi akibat sampah yang tidak diolah secara baik.

Hepatitis A

Virus Hepatitis A dapat menyebar melalui sampah dan menyebabkan adanya gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air yang dikonsumsi oleh manusia.

Disentri

Disentri merupakan radang usus yang menyebabkan diare disertai dengan keluarnya darah atau lendir saat buang air. Penyakit ditandai dengan sering buang air besar karena aktivitas amuba dan bakteri yang banyak ditemukan pada sampah yang berserakan. Bakteri penyebab disentri dapat berpindah ke manusia setelah melakukan kontak langsung dengan bakteri pada feses.

Sebagai contoh, tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau karena melakukan kegiatan berenang di air yang tercemar. Penyakit disentri sangat mudah dan cepat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa penderitanya.

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus manusia. Sebagian besar pasien salmonellosis dengan kadar infeksi ringan akan sembuh dalam waktu 4 hingga 7 hari tanpa pengobatan. Penularan dapat terjadi ketika seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa orang dengan salmonellosis akut dirawat di rumah sakit untuk diinfus dan diberi antibiotik.

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin, berpolusi, dan pada umumnya dekat dengan lingkungan yang penuh sampah. Maka dari itu, kualitas kebersihan makanan dapat meningkatkan risiko makanan beracun dan terinfeksi. Selain itu, Salmonellosis sangat mudah menular jika terjadi kontak dengan orang yang terinfeksi.

Penyakit Pes

Penyakit Pes disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestisia yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus. Pada umumnya, penyakit pes tersebar di daerah dengan lingkungan padat penduduk dan memiliki tingkat kebersihan yang rendah. Komplikasi penyakit dari pes ini bisa berujung pada meningitis bahkan kematian.

Pes tidak hanya disebarkan lewat tikus, tetapi dapat juga disebarkan oleh kelinci, anjing, kucing berkutu yang sudah terinfeksi pes. Penularan akan terjadi jika seseorang melakukan kontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan bersifat sangat menular. DBD dulu disebut dengan penyakit break-bone karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot sehingga membuat tulang terasa seperti mengalami keretakan.

Nyamuk demam berdarah sering berkembang biak di genangan air yang tercemar oleh sampah yang dibuang sembarangan. Maka dari itu, sampah-sampah sebaiknya tidak dibuang sembarangan, tetapi dikubur untuk mencegah terbentuknya sarang nyamuk.

Kolera

Penyakit Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae ketika seseorang mengkonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang mengidap penyakit ini. Seseorang juga bisa terjangkit kolera jika mencuci bahan makanan dengan air yang terkontaminasi. Gejala yang ditimbulkan oleh kolera antara lain diare, muntah, kram perut, dan sakit kepala

Amoebiasis (Diare Turis)

Amoebiasis disebabkan oleh amoeba yang hidup di air tercemar. Amoeba ini mengakibatkan infeksi pada usus besar dan hati. Gejala yang didapatkan oleh para pengidap amoebiasis adalah diare berdarah dan berlendir.

Bahaya membuang sampah sembarangan untuk lingkungan dan kesehatan sangat mengerikan, maka dari itu sejak dini perhatikan sikap dan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Lakukan pengolahan sampah dengan baik agar tidak menimbulkan bahaya pada kesehatan.

3 Responses

  1. voluptas labore iste non maxime dolor maxime voluptatem eum corporis non fugit quod magnam laboriosam est facilis et. sit voluptatem numquam repudiandae omnis veritatis earum adipisci delectus enim nihil ipsam. officiis officiis qui eum quaerat veritatis non eos quae ut beatae quidem nisi autem laborum libero laudantium eos veniam. nihil aut voluptatibus quisquam ad quasi totam totam et porro quia. sint tenetur et quis omnis numquam placeat ullam magnam voluptatibus architecto nulla quo laboriosam neque nemo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *