Sampah elektronik merupakan jenis sampah yang ada akibat dari penumpukan barang-barang elektronik yang tidak terpakai. Jenis ini cukup berbahaya karena dapat menyebarkan bahan kimia.

Beberapa diantaranya mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti merkuri, mangan, timbal, lithium, dan kadmium. Semua bahan kimia tersebut merupakan jenis logam berat.

Bahaya dari sampah elektronik ini biasaya tidak langsung dirasakan. Akan tetapi, bahan berbahaya tersebut akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker.

Ternyata bahayanya tidak mengancam pada orang dewasa saja. Riset WHO juga mengungkapkan bahwa sampah elektronik aatau e-waste dapat menyebabkan bayi terlahir prematur.

“Berdasarkan research WHO, berat badan bayi yang terpapar e-waste dengan berat badan bayi normal ternyata jauh lebih rendah. Kemudian resiko lahir¬†prematur, meninggal, dan cacat bawaan juga sering terjadi,” ungkap Pranandya Wijayanti,. ST, External Relation Manager Ewaste RJ.

Menurutnya ada beberapa jalur mengapa orang bisa terpapar bahan berbahaya dari sampah elektronik ini, seperti pencemaran yang sudah terjadi di tanah dan air, pembakaran barang elektronik dan terkontaminasi di makanan.

Hal inilah yang terjadi pada ibu yang sedang mengandung. Oleh karena itu, sebaiknya sampah elektronik langsung dibuang pada tempatnya atau dijual. Apalagi, beberapa jenis sampah elektronik bekas memiliki nilai jual yang tinggi.

Untuk itu, kamu bisa coba aplikasi Pemol – Pilah Sampahmu! yang dapat diunduh langsung di Playstore. Caranya mudah, unduh dan install, daftarkan akun dan lakukan order sesuai dengan sampah yang kamu miliki.

Tinggal tunggu hingga Mitra Pemol datang dan sampah elektronik kamu langsung dibayarkan atau kamu bisa memilih menabungnya dalam bentuk PemolPay.

Nantinya tabungan ini bisa ditarik secara tunai atau bahkan membeli produk digital seperti pulsa, e-money dan membayar tagihan. Tunggu apalagi, langsung coba Pemol – Pilah Sampahmu!

Jangan biarkan bahaya sampah elektronik menghampiri keluarga kecilmu. Sehat itu dimulai dari hal sederhana seperti memilih dan memilah sampah bersama Pemol.


Referensi
Haibunda.com : Hati-hati, Racun Sampah Elektronik Bisa Sebabkan Bayi Lahir Prematur

Ilustrasi : Unsplash @anastasiiachepinska