Pernah dengar istilah sayur organik atau bahkan sayur biasa? Mungkin sedikit dari kita yang tau bahwa ada istilah sayur organik dan tentu memiliki beberapa perbedaan dibandingkan sayur pada umumnya.

Bahkan, mungkin saja kita sudah sering mencicipi jenis sayur organik karena tidak tau perbedaannya. Seperti namanya, sayur organik diproses dan ditanam layaknya buah-buahan secara organik.

Masih kurang jelas? Berikut sedikit penjelasan apa itu sebenarnya sayur organik dan apa pembedanya dengan sayur biasa. Apakah lebih sehat?

Perbedaan Sayur Organik

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dikatakan bahwa jenis sayur itu merupakan jenis organik. Pertama, proses dan penanaman tentu tidak menyebabkan polusi. Ini artinya penggunaan pengusir hama dan pupuk kimia tentu dilarang.

Kedua, bibit tidak sembarangan dipilih. Untuk jenis sayur organik, bibit harus berasal dari teknik budidaya alami bukan berupa hasil rekayasa genetik ataupun persilangan jenis.

Ketiga, pupuk yang digunakan pada umumnya adalah pupuk kandang ataupun kompos buatan. Umumnya sayur biasa menggunakan jenis pupuk kimia yang dibuat oleh pabrik.

Terakhir, media tanam atau tanah yang digunakan diolah seminim mungkin agar organisme di dalamnya masih bisa hidup dan tentunya menyuburkan tanah.

Inilah mengapa banyak sayur jenis organik yang terlihat berlubang-lubang saat dijual. Hal ini dikarenakan ulat yang memakan bagian daun dibiarkan hidup dan berkembang biak.

Selain itu, karena alasan inilah jenis sayur organik biasanya lebih mahal di pasaran. Serangan hama yang mungkin sering terjadi juga membuat sayur organik seringkali gagal panen.

Sayur Organik Lebih Sehat?

Faktanya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sampai sekarang belum ditemukan penelitian yang mengungkap secara umum bahwa sayur jenis organik lebih bernutrisi dibandingkan sayur biasa.

Akan tetapi, jenis sayuran seperti brokoli, kubis, bayam, selada, seledri dan kentang versi organik diketahui lebih sehat karena tidak menyerap pestisida yang banyak.

Untuk menjaga keunggulan sayur organik, ada baiknya tetap melakukan pencucian dan pengupasan pada bagian terluar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sayur yang dikonsumsi tetap sehat dan higienis.

Satu hal lagi, jika bisa maka belilah sayuran sesuai dengan musimnya. Ini artinya sayuran yang kamu beli pada musimnya masih tetap baru dan bukan sayuran yang sudah diproses sejak lama.


Referensi
Ilustrasi : Unsplash @pinamessina
Alodokter : Ini Fakta Tentang Sayur Organik yang Perlu Anda Ketahui
SehatQ : Apakah Sayur Organik Lebih Sehat dari Sayur Tanam Biasa?

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *